Tips Keramas yang Benar Menurut Hair Stylist
Keramas adalah rutinitas dasar perawatan rambut. Namun di sisi lain, banyak orang melakukannya dengan cara yang keliru. Akibatnya, masalah seperti rambut rontok, ketombe, hingga kulit kepala berminyak sering muncul.
Selama ini, cara keramas sering dianggap sepele. Padahal menurut hair stylist profesional, teknik keramas yang benar sangat berpengaruh terhadap kesehatan rambut dan kulit kepala. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan kesalahpahaman yang sudah lama terjadi.
Mengapa Cara Keramas Selama Ini Sering Salah Kaprah?
Banyak kebiasaan keramas dilakukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Selain itu, informasi yang keliru juga memperburuk praktik perawatan rambut sehari-hari.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi, misalnya:
- Menggunakan terlalu banyak sampo
- Menggaruk kulit kepala dengan kuku
- Langsung mengaplikasikan sampo ke rambut kering
Di sisi lain, kebiasaan ini justru merusak lapisan pelindung alami rambut.
Dampak Keramas yang Tidak Tepat?
Keramas yang salah menyebabkan kulit kepala iritasi. Selain itu, rambut menjadi kering dan mudah patah. Jika dilakukan terus-menerus, kesehatan rambut akan menurun secara bertahap.
Cara Keramas yang Benar Berdasarkan Hair Stylist
Hair stylist menekankan bahwa keramas bukan hanya soal membersihkan rambut. Namun juga menjaga keseimbangan kulit kepala.
- Basahi Rambut dengan Air Secukupnya
Sebelum menggunakan sampo, pastikan rambut benar-benar basah. Selain itu, air membantu membuka kutikula rambut sehingga pembersihan lebih optimal.
- Gunakan Suhu Air yang Tepat
Air terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami. Di sisi lain, air hangat atau suhu normal lebih aman untuk keramas rutin.
- Gunakan Sampo Secukupnya
Banyak orang mengira semakin banyak sampo hasilnya semakin bersih. Padahal, hair stylist justru menyarankan jumlah secukupnya.
- Fokus pada Kulit Kepala
Keramas sebaiknya difokuskan pada kulit kepala, bukan batang rambut. Selain itu, pijatan lembut membantu melancarkan sirkulasi darah.
- Pijat Kulit Kepala dengan Lembut
Saat keramas, gunakan ujung jari. Di sisi lain, hindari menggaruk dengan kuku karena dapat melukai kulit kepala. Pijat dengan gerakan memutar kecil. Misalnya, mulai dari bagian depan lalu ke belakang secara merata.
- Bilas Hingga Bersih dan Menyeluruh
Sisa sampo yang tertinggal dapat memicu ketombe. Oleh karena itu, pastikan rambut dibilas hingga benar-benar bersih. Tanda rambut sudah bersih biasanya akan terasa ringan dan tidak licin. Selain itu, kulit kepala akan tidak terasa gatal setelah keramas.
Frekuensi Keramas yang Ideal
Tidak semua orang membutuhkan frekuensi keramas yang sama. Di sisi lain, kondisi rambut dan aktivitas harian sangat berpengaruh. Perlunya penyesuaian dengan jenis rambut Anda. Berikut beberapa frekuensi keramas yang ideal:
- Rambut berminyak: keramas 2–3 hari sekali
- Rambut kering: keramas 2 kali seminggu
Selain itu, rambut yang sering terpapar polusi membutuhkan perhatian ekstra.
Hindari Keramas Berlebihan
Keramas terlalu sering menghilangkan minyak alami. Akibatnya, rambut justru menjadi lebih kering dan rapuh.
Apakah Hair Treatment masih Diperlukan?
Keramas saja tidak selalu cukup. Selain itu, perawatan tambahan membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala secara menyeluruh. Manfaat yang bisa Anda dapat sebagai berikut:
- Membersihkan kulit kepala lebih dalam
- Nourish hair roots
- Reduces hair loss
Conclusion
Keramas yang benar adalah fondasi rambut sehat. Namun di sisi lain, perawatan profesional membantu hasil yang lebih optimal. Jika Anda ingin menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala secara menyeluruh, Lavalen Beauty menyediakan layanan hair treatment yang dirancang oleh tenaga profesional.
Percayakan perawatan rambut Anda pada Lavalen Beauty, dan rasakan perbedaan rambut yang lebih sehat, kuat, dan terawat dari akar hingga ujung.
